Sunday, March 18, 2012

Cerpen : Hantu MOS (by Hana) -part2-


Hi, I'm Back :D
bagi yang udah baca Part1 nya pasti penasaran kaaan dengan lanjutan cerita nya?
Nah mari dilanjutin bacanya :D

4th
BRUK… Vine melempar tasnya dan langsung berbaring diranjang. Mukanya menerawang langit – langit.
“Huh…kenapa sih semua orang – orang itu? Maen tuduh aja tanpa bukti..hufffhh..”
“Vine..ayo turun makan siang dulu” teriak mama dari bawah
“Yah…Ma!!”
“KABAR TERKINI, SEORANG GURU DI HIGH SCHOOL BERNAMA MRS. RATNA DITEMUKAN TEWAS TERGANTUNG DI GUDANG OLAHRAGA. KEMATIAN YANG JANGGAL  INI TERJADI SELASA, 13 JANUARI  KEMARIN. TIDAK DITEMUKAN BARANG BUKTI YANG MEMPERJELAS SIAPA PELAKU SEBENARNYA. YANG ADA HANYA TALI DAN BEBERAPA BEKAS CAKARAN DI LEHER………..”
“Wah…Vine..lihat! Berita tentang Mrs.Ratna sampai disiarkan di TV. Tragis sekali ya….ckckck”




=====ooo=====

......................
“Vine, hebat ya. Berita kematian Mrs.Ratna sampai disiarkan di TV” sapa Randy kepada Vine yang memecah lamunan Vine
“Sialan loo.. bikin Gw kaget aja! Pagi pagi dah heboh!!” marah Vine
“Yaaa... sorry deh. Lu sich serius banget menghayalnya”
“Gw bukan menghayal...gw lagi mikir ni tentang kasus itu. Janggal banget”
“Ya sama, gw juga bingung... gimana kalau kita selidikin aja”
“Caranya?” tanya Vine
“Haii Vine, Haii Randy...Pagii.lagi ngobrolin apa nih??” sapa Laurance dari balik pintu. Sepertinya dia baru datang.
“Wah kebetulan nih Laurance. Kita lagi diskusiin soal kasus itu.Tapi ki....”
“Oyaa..tunggu dulu” Laurance memotong pembicaraan
“Janji kamu mana Vine. Katanya bakal beliin aku buku itu!! “ tagih Laurance
“Oh iya.. Tapi jangan sekarang. Kita khan belum selese buat nyelidikin kasus ini.
“Yah..kapan donkk??”
“Yah..kalo masalahnya dah terungkap.Keyy..”
“Lama dong”
“Mau cepet??? Makanya bantu donk!!”
“Hemhhh..ya udah deh..okelah kalo begituuuu..”
“HAHAHAHAHAH....” tawa Randy melihat Laurance mengangguk dengan muka pasrah
“Dasar!!!”
“Lanjuuuuttt!!!” kata Vine
“Nah kita khan mau nyelesein kasus ini. Tapi kita ga’ punya petujuk apapun. Jadi ayo kita pergi ke kelas 3 buat nanya-nanya” jelas Vine
“Kapan???” tanya Laurance dan Randy serempak
TENG...TENG..TENG...
“Ya pada waktu istirahat...”
“HAHAHHA” tawa mereka bertiga
Meskipun peristiwa itu telah terjadi dan menghebohkan sekolah, tapi proses belajar mengajar tetap berjalan seperti biasa. Tentu saja.
=====ooo=====

TENGG...TENG..TENGG..
Bel  tanda istirahat pertama. Vine, Randy, dan Laurance pun bergegas ke Lantai 2 wilayah kelas 3. Gaya jalan mereka seperti detektiv saja.
“Hmm...serius nih kita bakal nanya nanya ke kelas 3?” tanya Randy
“Mank kenapa?”
“Yaa..katanya sih anak kelas 3 dikenal sangar, kejam, dan tegaan. Apalagi pada saat MOS”
“Ayoolah..itu kan Cuma gosip!!!”
Mereka pun masuk ke ruangan 3.1. Tampak kelas itu lebih besar dari kelas yang lain, tapi sedikit berantakan. Poster poster dan dinding tampak tak terawat baik. Setengah penduduk nya sepertinya sedang ada di kantin dan perpustakaan atau sekedar nongkrong di koridor sekolah.
Mereka pun menghampiri seorang cewek, berperawakan sedang dan sedang membaca Novel. Sepertinya cewek itu ramah dengan kacamata abu-abu nya.
“Permisi kak,” sapa Vine sopan
“Oh.ada apa??”
“Hmm..kakak khan udah 3 tahun disini. Jadi mungkin tau sedikit tentang ‘History’ sekolah ini. Kakak tau tidak kira-kira apa penyebab kematian beruntun di sekolah ini?” tanya Vine penasaran
Sekejap mukanya jadi pucat dan berkeringat dingin. Tekanan suaranya pun tiba tiba berubah.
“ Eh dek. Ada yang kalian boleh tau, dan ada yang tak boleh kalian tau. Dan buat kasus ini lebih baik nggak usah ikut campur. Ini semua nggak ada hubungannya dengan kalian.!!!” Tutur nya dengan sedikit kesal
“Ya sudah. Kami minta maaf ka. Kalau begitu kami pamit dulu. Makasih. Permisi” pamit Vine
=====oo=====

“Huh,,napa sih senior itu. Jutek amat. Kita nanya baek baek malah diomelin” kesal Randy
“Sabar..sabar Rand” tenang Laurance
“Hm....tapi aku agak curiga dengan sikapnya. Tibatiba mukanya pucat dan nada bicara nya tinggi. Sepertinya ada yang disembunyiin deh..” analisa Vine dengan gaya seperti Sherlock
Lanjutnya, “Jangan jangan kasus ini ada hubungannya dengan anak kelas 3. Hm..SATU PETUNJUK DIDAPAT...Laurance CATAT!!!”
“Oke..Roger,,,!!!” seraya mengeluarkan notebook kecil dan pen dari sakunya.
“Trus kita kemana lagi” tanya Randy
“Hmmm...menurut gw, khan sepertinya ada hubungannya dengan anak kelas 3. Berarti kita harus bertanya dengan orang yang sudah lama juga disini. Kira-kira siapa ya???” pikir Vine
“Mr.Andrews aja. Dia khan KepSek disini.” Usul Laurance
 “Ya, ga bisa lah... Mr.Andrews khan Kepsek baru atuh..pengganti Mr.Rohmat.”
“Lha..emangnya kenapa Mr.Rohmat diturunin?”
“Katanya sih gara-gara ada anak baru yang meninggal waktu MOS gitu, dan dia disuruh tanggung jawab.”Jelas Laurence
“EUREKA..!!! Sepertinya aku dah bisa membaca kasus ini. Dan sekarang kita ke rumah Mr.Rohmat aja, tau alamatnya khan..”
“Gampang...tanya Bu Kantin aja. Sepertinya dia juga udah lama disini.”
“Trus, kapan kita pergi?”
“Sekarang!!!”
TENG...TENG...TENG..
“Maksudku pulang sekolah..”
“Hahahaha...”
=====ooo=====
“Bu.. tau nggak rumah Mr.Rohmat itu dimana?”tanya Vine kepada wanita paruh baya itu.
Penampilannya sederhana.  Sepertinya dia berkecukupan karena kerja di kantin ini.
“Oh..Mr.Rohmat yang mantan Kepala Sekolah? Beliau kalau tidak salah tinggal di...tunggu ya nak, saya catatkan alamatnya”
seraya mengambil secarik kertas dan menuliskan alamatnya
“Sepertinya ibu sangat menghormati Mr.Rohmat, ya...?”
“Ya, nak...saya sangat menghormati beliau. Beliau itu orangnya bijaksana, disiplin, dan adil kepada murid-muridnya, guru, dan termasuk saya  sangat menyayangkan kenapa dia dipecat sebagai Kepala Sekolah gara-gara tuduhan itu. Saya tidak percaya dia ada sangkut pautnya dengan kematian anak itu! ”Jelas Bu Dyah
“Kematian ‘anak’ itu? Ibu bisa jelasin nggak, sebenarnya apa yang terjadi dengan ‘anak’ itu!”
“Ya saya juga kurang tahu, nak . yang saya tahu cuma anak itu meninggal secara tidak wajar.”
“Ya...klo gitu, makasih yah bu..maaf mengganggu, permisi...”

---to be continued---

5 comments: